<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001</id><updated>2011-04-21T21:20:03.545-07:00</updated><title type='text'>Lembaga Masjid Nurul Zahanir</title><subtitle type='html'>Jl.Kom.Yos.Sudaro gg. Sapta Marga</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-2545117182437253471</id><published>2007-09-11T05:04:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T05:05:22.614-07:00</updated><title type='text'>Kisah Qarun</title><content type='html'>Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-2545117182437253471?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/2545117182437253471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=2545117182437253471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/2545117182437253471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/2545117182437253471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/kisah-qarun.html' title='Kisah Qarun'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-5284695264592867819</id><published>2007-09-11T04:59:00.001-07:00</published><updated>2007-09-11T05:01:03.318-07:00</updated><title type='text'>MENAHAN LAPAR SEMALAMAN KARNA MENGHORMATI TAMU</title><content type='html'>Seorang telah datang menemui Rasulullah S.A.W dan telah menceritakan kepada baginda tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu baginda tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri baginda mahupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu. Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, "Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tetamunya pada malam ini bagi pihak aku ?" &lt;br /&gt;Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai Rasulullah S.A.W, saya sanggiup melakukan seperti kehendak tuan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Ansar itu pun telah membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya seraya berkata, "Lihatlah bahwa orang ini ialah tetamu Rasulullah S.A.W. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita." &lt;br /&gt;Lau isterinya menjawab, "Demi Allah! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbual-bual dengan tetamu ini di samping jamuan makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidakk akan ketahui bahwa saya tidak makan bersama-samanya." &lt;br /&gt;Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa kenyang. Berikutan dengan peristiwa itu, Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud, "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan." (Al-Hasy : 9)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-5284695264592867819?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/5284695264592867819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=5284695264592867819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/5284695264592867819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/5284695264592867819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/menahan-lapar-semalaman-karna_11.html' title='MENAHAN LAPAR SEMALAMAN KARNA MENGHORMATI TAMU'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-5327612538466643673</id><published>2007-09-11T04:59:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T05:00:16.203-07:00</updated><title type='text'>MENAHAN LAPAR SEMALAMAN KARNA MENGHORMATI TAMU</title><content type='html'>Seorang telah datang menemui Rasulullah S.A.W dan telah menceritakan kepada baginda tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu baginda tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri baginda mahupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu. Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, "Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tetamunya pada malam ini bagi pihak aku ?" &lt;br /&gt;Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai Rasulullah S.A.W, saya sanggiup melakukan seperti kehendak tuan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Ansar itu pun telah membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya seraya berkata, "Lihatlah bahwa orang ini ialah tetamu Rasulullah S.A.W. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita." &lt;br /&gt;Lau isterinya menjawab, "Demi Allah! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbual-bual dengan tetamu ini di samping jamuan makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidakk akan ketahui bahwa saya tidak makan bersama-samanya." &lt;br /&gt;Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa kenyang. Berikutan dengan peristiwa itu, Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud, "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan." (Al-Hasy : 9)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-5327612538466643673?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/5327612538466643673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=5327612538466643673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/5327612538466643673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/5327612538466643673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/menahan-lapar-semalaman-karna.html' title='MENAHAN LAPAR SEMALAMAN KARNA MENGHORMATI TAMU'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-1480646406259835136</id><published>2007-09-11T04:54:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T04:58:43.546-07:00</updated><title type='text'>Perckapan antara Rasulullah dan Iblis</title><content type='html'>Telah diceritakan bahwa Allah S.W.T telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad s.a.w agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat. &lt;br /&gt;Bertanya Rasulullah s.a.w, "Siapakah kamu ini ?" &lt;br /&gt;Orang tua itu menjawab, "Aku adalah iblis." &lt;br /&gt;"Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?" &lt;br /&gt;Orang tua itu menjawab, "Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanyakan kepadaku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Rasulullah s.a.w lalu bertanya, "Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku ?" &lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Lima belas." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Engkau sendiri hai Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Imam dan pemimpin yang adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang kaya yang merendah diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pedagang yang jujur dan amanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang Mukmin yang memberi nasihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Orang yang hafal al-Qur'an serta selalu membacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya lagi, "Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku ?" &lt;br /&gt;Jawab iblis, "Sepuluh golongan :- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hakim yang tidak adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang kaya yang sombong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pedagang yang khianat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang pemabuk/peminum arak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Orang yang memutuskan tali persaudaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemilik harta riba'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pemakan harta anak yatim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering meninggalkan solat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang yang enggan memberikan zakat/kedekut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia." &lt;br /&gt;Itulah di antara perbualan Nabi dan iblis. Sememangnya kita maklum bahwa sesungguhnya Iblis itu adalah musuh Allah dan manusia. Dari itu hendaklah kita selalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis, kerana sesiapa yang menjadi kawan iblis bermakna menjadi musuh Allah. Demikianlah sebaliknya, sesiapa yang menjadi musuh iblis bererti menjadi kawan kekasih Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-1480646406259835136?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/1480646406259835136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=1480646406259835136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/1480646406259835136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/1480646406259835136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/perbualan-antara-rasulullah-saw-dengan.html' title='Perckapan antara Rasulullah dan Iblis'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-8843131287614375</id><published>2007-09-11T04:50:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T04:51:16.550-07:00</updated><title type='text'>RAHASIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG</title><content type='html'>Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. &lt;br /&gt;Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?" &lt;br /&gt;Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?" &lt;br /&gt;Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. bertaubat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. menyesali dosa yang dilakukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. tidak tergila-gilakan dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. tidak mencari / mengharap pujian orang (riya') &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. tinggalkan sifat berbangga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. tinggalkan sifat khianat dan menipu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. meninggalkan sifat dengki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahwa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun." &lt;br /&gt;Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-8843131287614375?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/8843131287614375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=8843131287614375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/8843131287614375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/8843131287614375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/rahasia-khusyuk-dalam-sembahyang.html' title='RAHASIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-8651451756928207569</id><published>2007-09-11T04:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T04:48:32.807-07:00</updated><title type='text'>MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH</title><content type='html'>Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya." &lt;br /&gt;Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah." &lt;br /&gt;Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ. &lt;br /&gt;Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai saja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit. &lt;br /&gt;Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu. &lt;br /&gt;1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia. 2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia. 3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya. &lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-8651451756928207569?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/8651451756928207569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=8651451756928207569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/8651451756928207569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/8651451756928207569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/mabuk-dalam-cinta-terhadap-allah.html' title='MABUK DALAM CINTA TERHADAP ALLAH'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-7663251098222493748</id><published>2007-09-11T04:45:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T04:46:33.694-07:00</updated><title type='text'>PAHLAWAN NERAKA</title><content type='html'>Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.&lt;br /&gt;Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.&lt;br /&gt;Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."&lt;br /&gt;Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.&lt;br /&gt;Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."&lt;br /&gt;Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-7663251098222493748?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/7663251098222493748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=7663251098222493748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/7663251098222493748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/7663251098222493748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/pahlawan-neraka.html' title='PAHLAWAN NERAKA'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-1089633729288799010</id><published>2007-09-11T03:49:00.001-07:00</published><updated>2007-09-11T03:49:55.496-07:00</updated><title type='text'>Doa Mustajab</title><content type='html'>"Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargakau, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jumuh, ketika ia bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum Muslimin ke medan Uhud. Ini adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Didalam Al-Quran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (QC. Al-Fath:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib ikut berperang, di samping keempat anaknya telah pergi ke medan perang. Tidak seorangpun menduga `Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum Muslimin lainnya untuk berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi saw."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski `Amru berkeras, kaumnya tetap mencegahnya pergi ke medan perang. Karena itu `Amru kemudian menghadap Rasulullah Saw dan berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah. Kaumku mencegahku pergi berperang bersama Tuan. Demi Allah, aku ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau dimaafkan. Berperang tidak wajib atas dirimu." Kata Nabi mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin berangkat ke sana." Kata `Amru tetap berkeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah kemudian bersabda kepada kaum `Amru: "Biarlah dia pergi. Semoga Allah menganugerahkan kesyahidan kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terpincang-pincang `Amru akhirnya ikut juga berperang di barisan depan bersama seorang anaknya. Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan berteriak: "Aku mendambakan surga, aku mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke medan perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah "Aisyah. Di tengah perjalanan pulang itu `Aisyah melihat Hindun, istri `Amru bin Jumuh sedang menuntun unta ke arah  Madianh. `Aisyah bertanya: "Bagaiman beritanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik-baik , Rasulullah selamat Musibah yang ada ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang dengan kemarahan, "jawab Hindun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mayat siapakah di atas unta itu?"&lt;br /&gt;"Saudaraku, anakku dan suamiku."&lt;br /&gt;"Akan dibawa ke mana?"&lt;br /&gt;"Akan dikubur di Madinah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya berjalan terseot-seot lalu merebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangkali terlalu berat," kata `Aisyah.&lt;br /&gt;"Tidak. Unta ini kuat sekali. Mungkin ada sebab lain." Jawab Hindun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian memukul unta tersebut sampai berdiri dan berjalan kembali, namun binatang itu berjalan dengan cepat ke arah Uhud dan lagi-lagi merebah ketika di belokkan ke arah Madinah. Menyaksikan pemandangan aneh itu, Hindun kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya: "Hai Rasulullah. Jasad saudaraku, anakku dan suamiku akan kubawa dengan unta ini untuk dikuburkan  di Madinah. Tapi binatang ini tak mau berjalan bahkan berbalik ke Uhud dengan cepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata kepada Hindun: "Sungguh unta ini sangat kuat. Apakah suamimu tidak berkata apa-apa ketika hendak ke Uhud?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar ya Rasulullah. Ketika hendak berangkat dia menghadap ke kiblat dan berdoa: "Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku ke keluargaku dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itulah unta ini tidak mau berangkat ke Medinah. Allah SWT tidak mau mengembalikan jasad ini ke Madinah" kata beliau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya diantara kamu sekalian ada orang-orang jika berdoa kepada Allah benar-benar dikabulkan. Diantara mereka itu adalah suamimu, `Amru bin Jumuh," sambung Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar ketiga jasad itu dikuburkan di Uhud. Selanjutnya beliau berkata kepada Hindun: "Mereka akan bertemu di surga. `Amru bin Jumuh, suamimu; Khulad, anakmu; dan Abdullah, saudaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah. Doakan aku agar Allah mengumpulkan aku bersama mereka,: kata Hindun memohon kepada Nabi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-1089633729288799010?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/1089633729288799010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=1089633729288799010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/1089633729288799010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/1089633729288799010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/doa-mustajab.html' title='Doa Mustajab'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-1628329301954809635</id><published>2007-09-11T03:47:00.001-07:00</published><updated>2007-09-11T03:47:44.046-07:00</updated><title type='text'>BANYAKLAH BERZIKIR</title><content type='html'>Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, `Serukanlah kebutuhan kalian.' Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui), `Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?' Para malaikat menjawab, `Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau.' Allah berfirman, `Apakah mereka melihat-Ku?' Para malaikat menjawab, `Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.' Allah berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihat Aku?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.' Allah SWT berfirman, `Apa yang mereka minta?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon surga kepada-Mu.' Allah berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.' Allah SWT berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.' Allah SWT berfirman, `Pada apa mereka memohon perlindungan?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.' Allah SWT berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.' Allah SWT berfirman, `Kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari malaikat itu berkata, `Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan.' Allah SWT berfirman, `Anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.'"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-1628329301954809635?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/1628329301954809635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=1628329301954809635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/1628329301954809635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/1628329301954809635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/banyaklah-berzikir.html' title='BANYAKLAH BERZIKIR'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-6483424778916541180</id><published>2007-09-11T03:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T03:44:15.692-07:00</updated><title type='text'>NILAI PERSAHABATAN</title><content type='html'>Suatu hari, Nabiyullah Isa AS melakukan perjalanan dengan seorang temannya. Mereka hanya berbekal tiga potong roti. Ketika sampai di suatu tempat, mereka berdua beristirahat.&lt;br /&gt;"Bawa roti itu kemari," kata Nabi Isa AS kepada temannya.&lt;br /&gt;Lelaki itu memberikan dua potong roti.&lt;br /&gt;"Mana yang sepotong lagi?" tanya nabi Isa.&lt;br /&gt;"Aku tidak tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masing-masing makan sepotong roti, keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tepi laut. Nabiyullah Isa menggelar sajadahnya di atas laut, mereka berdua lalu berlayar ke seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?" tanya Nabi Isa kepada temannya."Aku tidak tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan mereka melihat seekor kijang. Setelah dipanggil, kijang itu pun datang menghampiri beliau. Beliau lalu menyembelih, memanggang dan memakannya. Sehabis makan, Nabi Isa berkata kepada tulang-tulang kijang, "Berkumpullah kamu." Tulang-tulang itu pun berkumpul. Beliau lalu berkata, "Dengan izin Allah, jadilah kalian seperti semula." Tulang-tulang itu segera bangkit dan berubah menjadi kijang."Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?" tanya Nabi Isa AS."Aku tidak tahu," jawab temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiyullah Isa bersama temannya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai pada sebuah tempat. Mereka duduk beristirahat. Nabiyullah Isa memungut tiga bongkahan batu.&lt;br /&gt;"Dengan izin Allah, jadilah emas," kata Nabi Isa AS.&lt;br /&gt;Batu itu pun segera berubah menjadi emas.&lt;br /&gt;"Ini untukku, yang ini untukmu dan yang satu lagi untuk orang yang telah makan sepotong roti itu," kata Nabiyullah Isa:&lt;br /&gt;"Akulah yang telah makan roti itu," kata temannya.&lt;br /&gt;"Ambillah semua emas ini, aku tak mau berteman dengan pendusta," kata beliau sambil meninggalkan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tadi lalu duduk di dekat emasnya. Ia tidak mampu membawa ketiga-tiganya, tetapi juga tidak rela meninggalkan sebagian darinya. Ketika ia sedang memikirkan cara membawa ketiga bongkahan emas itu, datanglah dua orang lelaki. Melihat keindahan emas itu, timbul keinginan di hati kedua orang itu untuk memilikinya.&lt;br /&gt;"Kalian tidak pantas mengambil milikku dan kalian sama sekali tidak akan mendapatkan bagian," kata pemilik emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mereka berdua hendak membunuhnya, ia segera berkata, "Emas ini kita bagi saja, satu untukku dan sisanya untuk kalian berdua."Mereka pun rela dengan pembagian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambillah secuil dari bongkahan emas ini, pergilah beli makanan," kata pendatang kepada pemilik emas.&lt;br /&gt;Setelah mengambil secuil emas, ia lalu pergi membeli makanan untuk mereka bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk apa aku membagi emas itu dengan mereka berdua, emas itu kan milikku," pikir si pemilik emas. Timbullah niat untuk meracuni makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika mereka berdua mati, emas itu akan jatuh ke tanganku lagi," pikir si pemilik emas.&lt;br /&gt;Ia lalu membeli racun yang paling ganas, siapa pun yang memakannya pasti akan mati seketika. Racun itu lalu ia taburkan di atas makanan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pendatang tadi juga mempunyai rencana, "Mengapa kita harus memberi dia. Jika telah kembali, kita bunuh saja dia. Emas itu semua akan menjadi menjadi milik kita berdua." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua kemudian membunuh si pemilik emas. Dan dengan perasaan senang karena mendapat emas lebih banyak, kedua lelaki itu kemudian menyantap dengan lahap makanan yang baru saja dibeli.&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian Nabi Isa bersama kaumnya melewati tempat itu. Mereka melihat tiga bongkahan emas dan tiga kerangka manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah bagaimana dunia memperlakukan mereka," kata Nabi Isa AS kepada kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kemudian berdiri di depan emas dan berkata, "Jadilah seperti asalmu." Emas itu pun kembali menjadi batu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-6483424778916541180?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/6483424778916541180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=6483424778916541180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/6483424778916541180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/6483424778916541180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/nilai-persahabatan.html' title='NILAI PERSAHABATAN'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-5531536348038731900</id><published>2007-09-11T03:35:00.001-07:00</published><updated>2007-09-11T03:35:41.345-07:00</updated><title type='text'>ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI KESANGGUPANNYA</title><content type='html'>Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, "Tatkala ayat: `Kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Apabila kamu menampakkan atau menyembunyikan apa yang ada pada dirimu, maka Allah akan memperhitungkan kamu lantaran perbuatan itu. Lalu Dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan mengazab orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu' (al-Baqarah:284) diturunkan kepada Rasulullah saw. maka hal itu sangat menyulitkan para sahabat beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemui Rasulullah. Mereka berlutut seraya berkata, `Ya Rasulullah, kami telah dibebani berbagai amal yang dapat kami kerjakan seperti shalat, shaum, jihad dan sedekah. Sekarang ayat itu diturunkan kepada engkau, dan kami tang sanggup mengamalkannya.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah saw bersabda, `Apakah kamu hendak mengatakan apa apa yang telah dikatakan oleh para Ahli Kitab terdahulu, yaitu `kami mendengar namun kami mendurhakainya?' Namun katakanlah olehmu, `Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Dan kepada Engkaulah tempat kembali.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang-orang menginsafi ayat itu dan mengucapkan keinsafannya dengan lidah mereka, maka Allah menurunkan ayat yang sesudahnya, yaitu `Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. `Kami tidak membeda-bedakan sedikit pun antara seorang rasul dengan rasul lainnya.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka mengatakan, `Kami dengar dan kami taat. Ya Tuhan kami, ampunilah kami, dan kepada Engkaulah tempat kami kembali.' Setelah mereka mengamalkan ayat itu, maka Allah menasakh ayat tadi dengan ayat, `Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), `Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca al-Baqarah, 284-286&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-5531536348038731900?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/5531536348038731900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=5531536348038731900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/5531536348038731900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/5531536348038731900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/09/allah-tidak-membebani-seseorang.html' title='ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI KESANGGUPANNYA'/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-566986184544128001.post-7573481744087439467</id><published>2007-07-05T08:21:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T08:23:17.372-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>GELAR TIMUR LENK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk mulai mempercayai Nasrudin, dan kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nasrudin," katanya suatu hari, "Setiap khalifah di sini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwaffiq Billah, Al-Mutawakkil 'Alallah, Al-Mu'tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sulit, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tapi tak lama, Nasrudin menemukan jawabannya. "Saya kira, gelar yang paling pantas untuk Anda adalah Naudzu-Billah* saja." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* "Aku berlindung kepada Allah (darinya)" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIMUR LENK DI AKHIRAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nasrudin! Menurutmu, di manakah tempatku di akhirat, menurut kepercayaanmu ? Apakah aku ditempatkan bersama orang-orang yang mulia atau yang hina ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Nasrudin kalau ia tak dapat menjawab pertanyaan 'semudah' ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Raja penakluk seperti Anda," jawab Nasrudin, "Insya Allah akan ditempatkan bersama raja-raja dan tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk benar-benar puas dan gembira. "Betulkah itu, Nasrudin ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu," kata Nasrudin dengan mantap. "Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama Fir'aun dari Mesir, raja Namrudz dari Babilon, kaisar Nero dari Romawi, dan juga Jenghis Khan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, Timur Lenk masih juga gembira mendengar jawaban itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA TIMUR LENK DI DUNIA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk masih meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nasrudin! Kalau setiap benda yang ada di dunia ini ada harganya, berapakah hargaku ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Nasrudin menjawab sekenanya, tanpa banyak berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya taksir, sekitar 100 dinar saja" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur Lenk membentak Nasrudin, "Keterlaluan! Apa kau tahu bahwa ikat pinggangku saja harganya sudah 100 dinar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tepat sekali," kata Nasrudin. "Memang yang saya nilai dari Anda hanya sebatas ikat pinggang itu saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;"... Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa ..." QS 5:8&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/566986184544128001-7573481744087439467?l=zhnr-hmr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/feeds/7573481744087439467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=566986184544128001&amp;postID=7573481744087439467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/7573481744087439467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/566986184544128001/posts/default/7573481744087439467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zhnr-hmr.blogspot.com/2007/07/gelar-timur-lenk-timur-lenk-mulai.html' title=''/><author><name>bejoe</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
